Bupati Kampar Tinjau Lahan Jalan Dua Jalur di Kualu Nenas Kecamatan Tambang Minggu,27 Juni 2021

Bupati Kampar Tinjau Lahan Jalan Dua Jalur di Kualu Nenas Kecamatan Tambang Minggu,27 Juni 2021

KAMPAR (RIAU), Cerita Riau Com. Lahan sepanjang 130 meter yang diperuntukkan untuk jalan dua jalur yang selama ini belum dapat dikerjakan un...

Sekda Buka Rakor Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kampar Tahun 2022
Bupati Kampar Dampingi Kapolda Sholat Subuh Berjamah di Mesjid Jami’ Air Tiris
Sekda Wakili Bupati Resmi Buka Lomba Basiacuong Menyambut HUT Kampar ke 71
KAMPAR (RIAU),  Lahan sepanjang 130 meter yang diperuntukkan untuk jalan dua jalur yang selama ini belum dapat dikerjakan untuk pembangunan jalan dua jalur Pekanbaru - Bangkinang akhirnya dapat dilanjutkan pengerjaannya. 

Hal ini setelah Bupati Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH, MH dan pemilik tanah Mulyadi Awaluddin (56) Tahun mengunjungi langsung lokasi tanah yang akan dibangun jalan dua Jalur di depan Rumah Makan Pondok Pak Abbas Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang, Ahad (27/06/21). 

Hadir pada peninjauan jalan dua jalur tersebut, Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso, Kepala Desa Kualu Nenas Rujisman dan Mulyadi dari Keluarga Besar Awaluddin. 

"Alhamdulilah kita telah memperoleh kepastian dari Bapak Mulyadi Awaluddin pemilik tanah, memberikan dukungan terhadap pembangunan jalan dua jalur Pekanbaru Bangkinang ini," Kata Catur Sugeng Susanto, SH, MH. 

"Seperti kita dengar langsung dari Mulyadi Awaluddin bahwa untuk kepentingan umum dan kepentingan Negara silahkan Untuk dapat dikerjakan" Kata Catur. 

"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Kampar mengucapkan ribuan terimakasih kepada bapak Mulyadi dan Keluarga atas kebaikannya untuk menunjang program pemerintahan Daerah maupun pemerintah Pusat," imbuh Catur Sugeng Susanto. 

Sementara itu Mulyadi Awaluddin saat ditanya terkait dengan kendala ia menyatakan bahwa selama ini tidak ada kendala.

"Saya atas nama Awaluddin pemilik tanah menyatakan bahwa untuk kepentingan daerah dan negara silahkan dibangun dan dikerjakan, tanah ini kan milik negara," tegas Mulyadi.

Editor  : Tina.

Komentar Via Facebook :