Pakar Lingkungan Dr.Elviriadi:Pemerintah Mulai Terpojok,Cukong Perusak Lingkungan dan Kebun Illegal

Pakar Lingkungan Dr.Elviriadi:Pemerintah Mulai Terpojok,Cukong Perusak Lingkungan dan Kebun Illegal

Cekanbaru,Ceritariau.com - Terkait aksi demo Mahasiswa Fakultas Pertanian yang tergabung dengan beberapa organisasi internal BEM, DEMA, HMJ dan UKM yang ada di fakultas pertanian turun kembali ke jalan untuk menagih janji kepada Gubernur dalam kasus 1,2 pembebasan lahan ilegal yang ada di Riau. 

Pakar Lingkungan Dr. Elviriadi menyampaikan dukungan, Melalui aplikasi whatsaaps (4/9/20) pagi tadi, Dr. Elviriadi meminta Gubernur Syamsuar mengambil sikap jelas.

Maraknya aksi perambahan hutan berupa kebun illegal dan pembakaran lahan oleh cukong membuat pakar lingkungan Dr. Elviriadi geram.

"Saya kira memang kuncinya pada Syamsuar, sejauh ini tak ada statement tegas dari Gubri. Tentu saja Kadis LHK dan tim Satgas jadi gamang," ungkapnya

Tambahnya, Kepala Departemen Perubahan Iklim Majelis Nasional KAHMI itu menyebut Kebun Illegal sebagai penyebab Karhutla.

"Seharusnya 1 juta an hektar ini dihutankan, jadi catchment area (kawasan tangkapan air), penstabil iklim mikro, sehingga Riau bebas Karhutla,"katanya.

Didalam aksi demo menyampaikan, Temuan data terbaru perusahaan yang mengatas namanakan kelompok tani ialah kelompok tani kuran makmur km 72 koridor RAPP Desa Kenegerian Kec, Gunung Sahilan Kab. Kampar dengan luas 2942 ha dan kawasan tersebut masuk kedalam HPT (hutan produksi terbatas). 

Lahan kelompok Tani Tunas Rumpun km 83 dengan luas 368 ha legalitas tidak ada dari HGU, pelepasan kawasan hutan dan surat izin perkebunan yang berlokasi di Desa Seigati Kec, Langgam Kab. Pelelawan. Kedua perusahaan inilah yang sampai hari ini beroprasi dengan mengatas namakan kelompok tani, "tutup Pakar lingkungan Dr. Elvriadi. (Romi)

Komentar Via Facebook :