Ketua LAMR Bengkalis terima Kunjungan Majelis Guru SD Negeri 5 Bengkalis, Dorong Penguatan Pemahaman

Ketua LAMR Bengkalis terima Kunjungan Majelis Guru SD Negeri 5 Bengkalis, Dorong Penguatan Pemahaman

BENGKALIS - Ketua DPH Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis, Datok Seri Syaukani Al Karim, menyambut baik kunjungan Majelis Guru Sekolah Dasar Negeri 5 Bengkalis ke LAMR Kabupaten Bengkalis, Sabtu, 18 Juli 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus menambah wawasan dan pemahaman para guru mengenai adat istiadat Melayu serta nilai-nilai tunjuk ajar Melayu yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Melayu Riau.
Kepala Sekolah Dasar Negeri 5 Bengkalis, Tuan Rahmad, S.Pd., M.Pd., menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan Majelis Guru SD Negeri 5 Bengkalis ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis, Sabtu, 18 Juli 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Tuan Rahmad menjelaskan bahwa kunjungan ini dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat pemahaman para guru mengenai adat istiadat Melayu dan tunjuk ajar Melayu.
Kunjungan kami ke LAMR Kabupaten Bengkalis ini merupakan bagian dari upaya untuk menambah wawasan dan memperkuat pemahaman kami terhadap adat istiadat serta tunjuk ajar Melayu. Sebagai pendidik, kami merasa penting untuk memahami nilai-nilai budaya Melayu agar dapat mengenalkannya kepada peserta didik, ujar Tuan Rahmad.

Dalam sambutannya, Datok Seri Syaukani Al Karim menyampaikan apresiasi atas inisiatif Majelis Guru SD Negeri 5 Bengkalis yang ingin mengenal dan memahami lebih jauh adat istiadat serta budaya Melayu. Kami menyambut baik kunjungan Majelis Guru SD Negeri 5 Bengkalis ke LAMR Kabupaten Bengkalis. Ini merupakan langkah yang sangat baik, karena guru memiliki peran penting dalam memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus,ujar Datok Seri Syaukani Al Karim.
Menurutnya, adat istiadat Melayu tidak hanya berkaitan dengan tradisi dan seremonial, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Datok Seri Syaukani Al Karim juga menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan dalam menjaga keberlangsungan budaya Melayu. Sekolah, katanya, merupakan salah satu tempat strategis untuk mengenalkan adat, budaya, sejarah, dan nilai-nilai tunjuk ajar Melayu kepada anak-anak sejak dini.
Generasi muda harus mengenal jati dirinya. Anak-anak kita perlu mengetahui siapa dirinya, dari mana asal budayanya, serta nilai-nilai apa yang harus dijunjung dalam kehidupan. Karena itu, pendidikan adat dan budaya Melayu sangat penting untuk terus dikembangkan, tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Datok H. Muhammad Sidik selaku anggota Majlis Kekerapatn Adat LAMR Bengkalis selaku anggota Majlis Kekerapatn Adat LAMR Bengkalis juga menjelaskan secara mendalam tentang adat Melayu serta alasan mengapa Melayu disebut sebagai bangsa yang besar. Menurutnya, kebesaran bangsa Melayu tidak hanya dilihat dari sejarah dan wilayah penyebarannya, tetapi juga dari nilai-nilai adat, budaya, tunjuk ajar, serta sikap hidup yang menjunjung tinggi budi pekerti, sopan santun, musyawarah, dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Lanjut Datok H.Sidik lagi  menjelaskan bahwa dalam adat Melayu terdapat beberapa tingkatan dan bentuk adat yang menjadi pedoman kehidupan masyarakat, yakni Adat Sebenar Adat, Adat yang Diadatkan, Adat yang Teradat, dan Adat Istiadat.
Adat Sebenar Adat merupakan adat yang bersumber dari ketentuan Allah SWT dan nilai-nilai kebenaran yang bersifat hakiki. Adat ini menjadi landasan utama dalam kehidupan manusia dan tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama.
Sementara itu, Adat yang Diadatkan adalah ketentuan atau aturan yang telah disepakati dan ditetapkan oleh masyarakat atau pemangku adat sebagai pedoman dalam kehidupan bersama.
Kemudian, Adat yang Teradat merupakan kebiasaan yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat secara turun-temurun, sehingga menjadi bagian dari pola kehidupan masyarakat Melayu.
Sedangkan Adat Istiadat berkaitan dengan berbagai tata cara, upacara, tradisi, dan kebiasaan dalam kehidupan masyarakat, seperti adat perkawinan, penyambutan tamu, upacara adat, serta berbagai kegiatan budaya lainnya.
Penjelasan tersebut memberikan pemahaman penting kepada para guru SD Negeri 5 Bengkalis bahwa adat Melayu bukan hanya sekadar tradisi dan seremonial, tetapi merupakan pedoman hidup yang mengandung nilai-nilai luhur dan dapat diwariskan kepada generasi muda melalui Pendidikan dalam adat melayu mengajarkan kita tentang sopan santun, budi bahasa, menghormati orang tua, menghargai sesama, menjaga marwah, serta hidup berlandaskan nilai-nilai agama. Semua itu merupakan bagian dari tunjuk ajar Melayu yang sangat relevan untuk terus diwariskan kepada generasi muda, jelasnya.
Sementara itu, Timbalan Dewan Pengurus Harian (DPH) LAMR Kabupaten Bengkalis, Datuk H. Muchlizar, lebih banyak menjelaskan tentang adat istiadat perkawinan Melayu yang benar-benar berlandaskan adat Melayu.
Dalam penjelasannya, Datuk H. Muchlizar menyampaikan bahwa perkawinan dalam adat Melayu bukan sekadar acara seremonial, melainkan memiliki tata cara, tahapan, nilai, dan makna yang mengandung tunjuk ajar serta marwah Melayu. Setiap tahapan dalam prosesi perkawinan memiliki aturan dan nilai adat yang harus dipahami dan dilaksanakan dengan baik.
Menurutnya, pemahaman terhadap adat istiadat perkawinan Melayu penting untuk terus diwariskan kepada generasi muda agar pelaksanaan adat tidak kehilangan jati diri dan makna yang sebenarnya. Adat perkawinan Melayu hendaknya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun, dengan tetap menyesuaikan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai dasar adat Melayu.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan Majelis SD Negeri 5 Bengkalis berdiskusi mengenai pentingnya pengenalan dan penanaman nilai-nilai adat, budaya, serta kearifan lokal Melayu kepada generasi muda sejak dini. Sekolah dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik agar tetap mengenal dan mencintai budaya daerah.
Kunjungan ini juga diharapkan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara SD Negeri 5 Bengkalis dan LAMR Kabupaten Bengkalis, khususnya dalam mendukung kegiatan pendidikan berbasis budaya dan pelestarian adat Melayu.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan dan ditutup oleh Ketua MKA  Datok Seri H.Ilham Nur yang mengatakan  Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi yang berpendidikan, berkarakter, serta memiliki jati diri dan kecintaan terhadap budaya Melayu dan  melalui silaturahmi tersebut, kedua pihak diharapkan dapat terus membangun komunikasi dan kolaborasi dalam menjaga eksistensi budaya Melayu di tengah perkembangan zaman.ucapnya.
Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Ketua MKA Dt,Seri H.Ilham Nur,Ketua DPH.Dt Seri Syaukani Al Karim,Dt.H.M.Sidik MKA.Dt.H Muclizar Timbalan DPH.Dt Abadul Vattah Sekum DPH.Dt.Khairul Saleh sekretaris DPH dan datok datok pengurus lainnya serta Ketua Puan LAMR  Bengkalis puan  Rahmi beserta anggota.serta majlis guru SD 5 Bengkalis.(ep.er)

Komentar Via Facebook :