Dandim 0314/Inhil Hadiri Pelantikan Pengurus LAMR,Penabalan Gelar Adat Bupati, Wakil Bupati Inhil
Tembilahan, 26 November 2025 — Komandan Kodim 0314/Indragiri Hilir, Letkol Arm Wahib Mustopa Faturahman, menghadiri acara pelantikan dan penambalan pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Indragiri Hilir serta pemberian gelar adat kepada Bupati dan Wakil Bupati Inhil. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Engku Kelana, Tembilahan, pada Rabu (26/11/2025) itu berjalan khidmat dan sarat makna budaya.
Acara dimulai dengan penyambutan tamu kehormatan dan pembacaan doa, sebelum dilanjutkan dengan prosesi adat Melayu. Para pengurus LAMR Inhil yang baru resmi dilantik setelah mengucapkan sumpah jabatan di hadapan petinggi adat, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintahan daerah. Pelantikan ini menandai dimulainya masa bakti baru bagi LAMR Inhil dalam menjaga marwah adat dan tradisi Melayu yang menjadi identitas masyarakat Indragiri Hilir.
Letkol Arm Wahib Mustopa Faturahman dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas komitmen LAMR dalam memperkokoh nilai-nilai adat yang selaras dengan kehidupan masyarakat modern. Menurutnya, peran lembaga adat tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dan TNI dalam merawat persatuan serta menciptakan keharmonisan sosial di tengah keberagaman suku dan budaya.
“LAMR memiliki posisi penting dalam memperkuat identitas masyarakat Melayu sekaligus menjadi penopang kerukunan. Kehadirannya membantu pemerintah dan TNI dalam menjaga stabilitas sosial dan keharmonisan di tengah masyarakat,” ujar Dandim.
Usai pelantikan, rangkaian acara dilanjutkan dengan penabalan gelar adat kepada Bupati Inhil dan Wakil Bupati. Gelar tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan terhadap dedikasi pimpinan daerah dalam mendukung pengembangan adat dan budaya Melayu, serta kontribusi nyata dalam membangun Kabupaten Indragiri Hilir.
Prosesi penabalan berlangsung dengan penuh nuansa adat. Para tetua adat memberikan gelar melalui ritual simbolik, diiringi petatah-petitih khas Melayu yang sarat makna filosofis. Gelar adat ini diharapkan mampu memperkuat tanggung jawab moral bagi para pemimpin daerah dalam menjalankan amanah untuk kemajuan masyarakat.
Acara tersebut turut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh agama, serta berbagai organisasi kemasyarakatan. Salah satu yang menarik perhatian ialah kehadiran paguyuban Himpunan Keluarga Besar Sriwijaya (HKBS), yang menunjukkan tingginya semangat kebersamaan lintas budaya di Inhil.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat pada acara adat tersebut memperlihatkan bahwa budaya Melayu mampu menjadi perekat keberagaman. LAMR sebagai lembaga adat tradisional tidak hanya menjadi simbol identitas, tetapi juga wadah kolaborasi yang menjembatani pemerintah dengan masyarakat melalui pendekatan budaya.
Dengan terlaksananya pelantikan dan penabalan gelar adat ini, masyarakat berharap LAMR Inhil dapat semakin berperan aktif dalam melestarikan adat istiadat serta memperkuat harmoni sosial. Pengukuhan kepengurusan baru juga diharapkan membawa energi positif bagi LAMR dalam menjalankan program-program yang berorientasi pada pelestarian budaya, pendidikan karakter, dan pembangunan masyarakat beradat.
Acara pun ditutup dengan sesi ramah tamah antara tamu undangan, tokoh adat, dan pengurus LAMR yang baru dilantik. Suasana penuh kehangatan mencerminkan kuatnya nilai-nilai kekeluargaan dan persaudaraan yang menjadi ciri khas masyarakat Melayu di Kabupaten Indragiri Hilir.
( IR )




Komentar Via Facebook :