Desa Teluk Bunian Pacu Ketahanan Pangan 2025 Lewat Tiga Program Unggulan BUMDes
Teluk bunian–pelangiran 29 November 2025 Pemerintah Desa Teluk Bunian, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Pada tahun anggaran 2025, desa tersebut mengalokasikan 20 persen Dana Desa (DD) atau sebesar Rp184.160.000 untuk program ketahanan pangan yang dikelola melalui tiga unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Tiga program unggulan tersebut meliputi penanaman jagung, peternakan ayam kampung, dan budidaya ikan patin, yang seluruhnya dijalankan secara terpadu di bawah pengawasan Kepala Desa Teluk Bunian, Asnan, SE. Program ini dirancang bukan hanya untuk menguatkan kemandirian pangan lokal, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat melalui optimalisasi potensi desa.
Kepala Desa Asnan, SE menjelaskan bahwa pengembangan sektor pangan merupakan langkah strategis mengingat besarnya kebutuhan konsumsi masyarakat serta peluang pasar yang terbuka lebar. “Kami ingin Dana Desa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Melalui tiga unit usaha BUMDes ini, kami berharap desa bisa mandiri dan masyarakat ikut menikmati hasilnya,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan, pemerintah desa turut melibatkan unsur Forkopimcam Pelangiran. Beberapa waktu lalu, Camat Pelangiran Bustmin, SE, MM, Danramil 10/Pelangiran Kapten Inf Rudy Hartono, serta Kapolsek Pelangiran Ipda Iwan Saputra, SH, MH, meninjau langsung lokasi penanaman jagung, peternakan ayam kampung, dan kolam ikan patin BUMDes.
Camat Pelangiran Bustamin memberi apresiasi terhadap langkah Desa Teluk Bunian yang dinilai progresif dan tepat sasaran. “Teluk Bunian menjadi contoh desa yang mampu memanfaatkan Dana Desa secara produktif. Program pangan seperti ini harus terus dikembangkan karena hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.
Adapun program penanaman jagung kini memasuki tahap perawatan intensif. Lahan yang sebelumnya tidak produktif telah disulap menjadi area pertanian yang dikelola secara terpadu oleh BUMDes bersama warga. Sementara unit usaha peternakan ayam kampung mengadopsi kandang semi-modern dengan standar kebersihan yang ketat agar kualitas ternak terjaga.
Untuk budidaya ikan patin, BUMDes memanfaatkan kolam air tawar yang sesuai dengan karakter perairan setempat. Ikan patin dipilih karena memiliki pertumbuhan cepat dan permintaan pasar yang stabil.
Melihat perkembangan ketiga unit usaha tersebut, Kepala Desa Asnan optimis bahwa akhir tahun 2025 sudah mulai dilakukan panen. Hasil panen nantinya akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan warga desa dan selebihnya akan dipasarkan guna menambah pendapatan asli desa (PAD).
Dengan sinergi kuat antara pemerintah desa, BUMDes, serta Forkopimcam Pelangiran, Desa Teluk Bunian menegaskan diri sebagai desa yang serius membangun kemandirian pangan dan mening1katkan kesejahteraan warganya.
( IR )




Komentar Via Facebook :