Sudah Beroperasi Sebulan, SPPG Sahabat Mulia Disorot karena Tak Libatkan Warga Lokal dan SLHS Masih
BENGKALIS – Seorang tokoh muda Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, mengungkapkan kekesalannya terkait keberadaan SPPG Sahabat Mulia yang beralamat di Jalan HR Soebrantas, Gang Penghulu Ros, Wonosari Timur, Desa Wonosari.
Kepada wartawan, tokoh muda tersebut menyoroti tidak adanya warga tempatan yang dilibatkan sebagai relawan maupun pekerja di dapur program tersebut. Padahal menurutnya, dalam berbagai informasi yang ia lihat, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) kerap menyampaikan bahwa relawan seharusnya direkrut dari masyarakat sekitar.
“Tidak seorang pun warga Wonosari, terkhusus Wonosari Timur ini, yang bekerja di dapur itu. Jelas di aturan yang sering saya lihat, BGN menyatakan relawan direkrut dari warga setempat atau tempatan,” ujarnya dengan nada kecewa.
Selain persoalan tenaga kerja, ia juga mempertanyakan sejauh mana komitmen pengelola dalam melibatkan masyarakat sekitar dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kalau memang program ini hadir untuk masyarakat, seharusnya masyarakat sekitar juga diberikan kesempatan untuk ikut terlibat sebagai relawan maupun pekerja,” katanya.
Berdasarkan temuan di lapangan, SPPG Sahabat Mulia diketahui telah mulai beroperasi sejak awal Mei 2026. Namun hingga memasuki awal Juni 2026 atau sekitar satu bulan berjalan, dapur program tersebut disebut belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Yesica Vebrina, menjelaskan bahwa proses penerbitan SLHS masih berlangsung.
“SPPG ini Alhamdulillah sudah mengirimkan hasil pemeriksaan sampel mereka akhir bulan kemarin dan saat ini sedang kami proses dalam pengurusan SLHS-nya, Pak,” jelas Yesica saat dikonfirmasi wartawan.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai pentingnya seluruh persyaratan administrasi dan standar kesehatan dipenuhi sebelum operasional berjalan secara penuh, mengingat program tersebut berkaitan langsung dengan penyediaan makanan bagi para penerima manfaat.
Sementara itu, wartawan media ini juga telah mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak pengelola atau mitra SPPG Sahabat Mulia melalui sambungan telepon, namun tidak mendapat respons. Saat konfirmasi dilanjutkan melalui pesan WhatsApp, pihak mitra disebut membalas dengan kalimat singkat, “kowe sopo?”.
Balasan tersebut dinilai kurang mencerminkan sikap kooperatif terhadap upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik guna memperoleh informasi yang berimbang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPPG Sahabat Mulia belum memberikan penjelasan resmi terkait tudingan tidak dilibatkannya warga tempatan sebagai relawan maupun pekerja, serta belum memberikan tanggapan mengenai status SLHS yang masih dalam proses pengurusan.(ep.er)




Komentar Via Facebook :