Dipicu Persoalan Harga Indomie, Pria di Siak Hulu Bacok Tangan Pembeli dengan Parang

Dipicu Persoalan Harga Indomie, Pria di Siak Hulu Bacok Tangan Pembeli dengan Parang

SIAKHULU, KAMPAR — Seorang pria berinisial JO (25), warga Desa Kepau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah diduga melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam terhadap seorang pria berinisial RA. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada telapak tangan kiri dan masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Pekanbaru.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (9/10/2026), sekitar pukul 20.30 WIB, di depan kedai harian milik pelaku yang berada di Desa Kepau Jaya, Kecamatan Siak Hulu.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S., melalui Kapolsek Siak Hulu Kompol Deni Afrial, membenarkan adanya penangkapan terhadap terduga pelaku.

“Benar, pelaku ditangkap usai melakukan penganiayaan terhadap korban di depan kedai milik pelaku,” ujarnya.

Menurut Kapolsek, dugaan penganiayaan tersebut dipicu persoalan harga barang yang dipertanyakan oleh pihak korban kepada pemilik kedai.

“Karena motif sakit hati, pelaku melakukan penganiayaan pada korban,” ungkap Kapolsek.

Persoalan Harga Satu Karton Indomie

Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepolisian, kejadian bermula ketika korban RA bersama istrinya, MU (30), dan seorang temannya berinisial MS mendatangi kedai milik pelaku.

Di lokasi tersebut, istri korban menanyakan persoalan pembayaran sekaligus harga satu karton mi instan merek Indomie yang sebelumnya dibeli. Ia mengaku telah datang dua kali pada malam sebelumnya untuk memastikan harga barang tersebut.

Istri pelaku kemudian menyampaikan bahwa harga Indomie tersebut adalah Rp5.000 per bungkus. Perubahan harga itu lantas dipertanyakan oleh istri korban hingga terjadi adu mulut.

Situasi semakin memanas ketika istri korban menanyakan persoalan sebelumnya, yakni dugaan kedatangan pelaku ke kedainya dengan membawa parang dan merusak kursi.

Korban kemudian turut mempertanyakan persoalan tersebut kepada pelaku. Namun, percakapan itu justru berujung pada pertengkaran.

Korban Ditebas Parang Saat Berusaha Menangkis

Kapolsek menjelaskan, pelaku kemudian keluar dari kedainya sambil membawa parang dan mengejar korban.

Pelaku diduga mengayunkan parang ke arah kepala korban. Untuk melindungi diri, korban berusaha menangkis serangan tersebut menggunakan tangan kirinya.

Akibatnya, telapak tangan kiri korban mengalami luka dan mengeluarkan darah.

Setelah kejadian itu, korban berlari untuk menyelamatkan diri. Pelaku disebut masih mengejar korban, tetapi tidak berhasil menangkapnya. Pelaku juga sempat mengejar MS, teman korban, namun kembali tidak berhasil.

Korban bersama istrinya kemudian meninggalkan lokasi kejadian dan membawa korban ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan medis.

Dilaporkan ke Polsek Siak Hulu

Tidak terima atas kejadian yang menimpa suaminya, MU kemudian melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Mapolsek Siak Hulu agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket dan anggota Reskrim Polsek Siak Hulu menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan tindak pidana penganiayaan di Desa Kepau Jaya.

Petugas selanjutnya mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan JO untuk dibawa ke Polsek Siak Hulu guna menjalani pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap korban dengan cara mengayunkan parang satu kali ke arah korban, yang kemudian ditangkis menggunakan tangan kiri hingga menyebabkan luka pada telapak tangan.

“Pelaku mengakui telah melakukan penganiayaan tersebut dengan cara mengayunkan parang sebanyak satu kali ke arah korban, tetapi ditepis dengan tangan kiri korban sehingga telapak tangannya terluka dan berdarah,” pungkas Kompol Deni Afrial.

Kasus tersebut selanjutnya ditangani oleh pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

Tim Redaksi

Komentar Via Facebook :