Wadir I Polbeng Buka Seminar Nasional Mangrove Mapala Laksamana Dorong Aksi Nyata Pelestarian Ekosis

Wadir I Polbeng Buka Seminar Nasional Mangrove Mapala Laksamana Dorong Aksi Nyata Pelestarian Ekosis

Bengkalis – Wakil Direktur (Wadir) I Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng), Ir. Raomadhoni, S.T., M.T., secara resmi membuka Seminar Nasional Penanaman Mangrove yang ditaja oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Laksamana Polbeng, pada Minggu, 1 November 2026, bertempat di Aula Teknik Informatika (TI) Politeknik Negeri Bengkalis.

Seminar nasional ini mengangkat tema “Penanaman Mangrove sebagai Aksi Nyata dalam Mewujudkan Ekosistem Pesisir yang Berkelanjutan.” Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam serta melindungi wilayah pantai dari ancaman abrasi dan kerusakan lingkungan.

 

Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Wakil Direktur I Polbeng, Ir. Raomadhoni, S.T., M.T., mengapresiasi inisiatif Mapala Laksamana yang telah menghadirkan ruang edukasi dan diskusi mengenai pentingnya pelestarian mangrove. Kegiatan ini dinilai sebagai langkah positif dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa dan masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

 

Seminar nasional ini menghadirkan dua orang narasumber yang kompeten di bidangnya. Narasumber pertama, Bapak Rinto, S.E., M.Si., Ph.D., Kepala Bappeda Bengkalis dari unsur pemerintah, menyampaikan materi mengenai “Kebijakan Pemerintah dalam Pengelolaan dan Pelestarian Ekosistem Mangrove.” Materi ini membahas pentingnya peran pemerintah dalam merumuskan kebijakan, mengembangkan program konservasi, serta mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga kawasan pesisir.

Menurut nya lagi kita memanfaatkan alam hari ini, sambil menjaga hak hidup generasi yang akan datang, ekologis daya dukung alam tetap terpelihara dan ekonomi sumber daya memberi penghidupan yang berkelanjutan serta sosial pemenfaatan ruang partisipasi terbuka secara adil.

Kemudian tujuan bengkalis Lestari salah satu program yang arah Pengelolaan SDA bertanggung jawab dan berkelanjutan sesuai kemampuan alam,kemudian kesejahteraan pemanfaatan sumber daya meningkatkan kualitas hidup Masyarakat serta kelestarian lingkungan tetap menopang kehidupan generasi sekarang dan mendatang. Ini juga terkait mendukung visi daerah: bermarwah, maju, sejahtera, dan unggul di Indonesia, Kalau kita lihat mangrove dan kerentanan pesisir 27.044,6 ha Luas eksisting mangrove Bengkalis pada 2024, bisa mencapai 14 meter/tahun Rata-rata abrasi Kabupaten Bengkalis ucapnya.

 

Lanjutanya lagi agenda mangrove pada 2026 Kebijakan pengendalian abrasi dan pengelolaan wilayah pesisir. Penyusunan masterplan perlindungan pesisir dan mangrove.selanjutnya 2026–2030 Rehabilitasi dan restorasi mangrove dengan keterlibatan masyarakat, mitra pembangunan, serta perguruan tinggi.

 

Selanjutnya, narasumber kedua, Khaidir Air, M.Si., dari Koalisi Air Rakyat, menyampaikan materi bertajuk “Dari Aksi Konservasi ke Pemberdayaan Masyarakat.” Dalam pemaparannya, dibahas bahwa upaya pelestarian mangrove tidak cukup hanya melalui kegiatan penanaman, tetapi juga harus diiringi dengan penguatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat pesisir agar manfaat konservasi dapat dirasakan secara berkelanjutan.

 

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pembina Mapala Laksamana Polbeng, Khairul Saleh, S.H., M.H., yang terus mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan serta membangun kepedulian sosial melalui organisasi kemahasiswaan.

 

Ketua Mapala Laksamana Polbeng, Andy Muhammad Rifki, menyampaikan bahwa seminar nasional ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk meningkatkan wawasan dan kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan, khususnya keberadaan ekosistem mangrove di wilayah pesisir.

 

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, M. Ridoan, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga mampu melahirkan kesadaran dan semangat kolektif untuk melakukan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

 

Melalui seminar nasional ini, Mapala Laksamana Polbeng berharap terbangun sinergi antara pemerintah, akademisi, organisasi lingkungan, mahasiswa, dan masyarakat dalam mendukung upaya konservasi mangrove. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berhenti pada diskusi dan wacana, tetapi dapat diwujudkan melalui gerakan penanaman, pemeliharaan, serta pemberdayaan masyarakat pesisir.

 

Mangrove bukan sekadar tanaman pelindung pantai, melainkan benteng kehidupan, sumber penghidupan, dan warisan lingkunga. Jumlah peserta sebanyak 100 peserta terdiri dari pengurus dan anggota Mapala Laksaman berjumlah 45 orang,mapala bestari IAIN Dt Laksaman 5 orang ,organisasi mahsiswa pobeng 15 orang siswa sekolah menegah atas 8 orang,kelompok pengelola 8 orang dan tampak hadir dari basarnas bengkalis,kegiatan di tutup dengan aksi penanman di Kawasan konservasi mangrove paghet seghaghah desa kelapa pati kec bengkalis.(ep.ds)

Komentar Via Facebook :