Dukungan Swasembada Pangan Presiden RI, Polsek Bengkalis Intensifkan Perawatan Lahan Jagung Pipil di
Bengkalis - Dalam rangka menyukseskan program Swasembada Pangan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Kepolisian Sektor (Polsek) Bengkalis terus menunjukkan komitmen nyata di lapangan.Jajaran Polsek Bengkalis bersama jajaran aparatur pemerintahan dan pendamping desa melaksanakan kegiatan pemantauan serta perawatan intensif pada tanaman Jagung Pipil yang berlokasi di Desa Damai, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan peninjauan strategis ini dihadiri langsung oleh Kapolsek Bengkalis, Iptu Hendro Wahyudi, S.H., M.H., bersama Camat Bengkalis selaku Ketua Camat. Sinergitas di lapangan semakin kuat dengan hadirnya Penjabat (Pj) Kepala Desa Damai, Sekretaris Desa (Sekdes), perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta jajaran pengurus BUMDes Desa Damai.
Selain unsur pimpinan kecamatan dan desa, pengawasan serta pendampingan teknis program ini juga dikawal langsung oleh rombongan Tenaga Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP P3MD) Kementerian Desa PDT. Terlihat hadir di lokasi di antaranya Koordinator Kabupaten (Korkab) P3MD Kabupaten Bengkalis, Bapak Permadi, Koordinator Kecamatan (Korcam) P3MD Yan Noveri, serta Pendamping Lokal Desa (PLD), Syahrizul, S.T.
Kapolres Bengkalis melalui Kapolsek Bengkalis, Iptu Hendro Wahyudi, S.H., M.H., menjelaskan bahwa tanaman jagung pipil yang dikelola di atas lahan milik Pemerintah Desa Damai,Guna menunjang produktivitas yang maksimal, serangkaian tindakan perawatan agrikultur secara rutin terus digencarkan.
“Perawatan rutin yang kami lakukan bersama kelompok tani dan pengurus desa meliputi pengairan lahan, penjarangan untuk menyingkirkan tanaman yang berlebih, penyiangan guna mengendalikan gulma, pembumbunan untuk menutup kembali akar dengan tanah, hingga pemupukan serta pengendalian hama penyakit. Semua ini kami lakukan demi mendukung pertumbuhan optimal dan mendongkrak produktivitas jagung pipil saat panen nanti,” ujar Iptu Hendro Wahyudi.
Teknis pengelolaan lahan ini dijalankan melalui kolaborasi erat antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Damai bersama kelompok tani setempat—yang mana pada awalnya merupakan kelompok masyarakat yang diinisiasi oleh Polsek Bengkalis untuk mendukung gerakan swasembada pangan.
Kendati telah dibentuk sejak akhir tahun lalu, kegiatan penanaman budidaya jagung baru dapat terealisasi secara penuh pada tahun 2026. Hal tersebut disebabkan oleh kendala faktor alam, yakni kondisi iklim musim kemarau ekstrem yang sempat melanda wilayah Bengkalis dan menyebabkan sumber air di sekitar lahan mengering.
Kelancaran program ketahanan pangan ini juga tidak terlepas dari dukungan regulasi dan anggaran pemerintah. Keterlibatan Korkab P3MD Kemenkes, Bapak Permadi, bersama tim pendamping kecamatan dan lokal bertindak sebagai bentuk pengawasan sekaligus pendampingan teknis yang melekat. Langkah ini krusial mengingat program swasembada di Desa Damai ini bersumber dari alokasi 20 persen Dana Desa yang diprioritaskan untuk ketahanan pangan.
Seluruh rangkaian kegiatan pemantauan dan perawatan dari awal hingga akhir berjalan dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif.(ep/ds)




Komentar Via Facebook :