BBM Langka di Bengkalis, Disdagperin Bicara Pasokan, Warga Pelosok Menanti Kepastian

BBM Langka di Bengkalis, Disdagperin Bicara Pasokan, Warga Pelosok Menanti Kepastian

BENGKALIS – Keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan BBM jenis Pertalite di Pulau Bengkalis masih menjadi persoalan. Di tengah antrean kendaraan di SPBU, kecukupan pasokan untuk memenuhi kebutuhan warga hingga ke pelosok turut dipertanyakan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Bengkalis, Zulfan, mengakui adanya antrean pembelian BBM di SPBU. Ia menyebut, pihaknya telah menerima informasi dari masyarakat dan turun langsung melakukan peninjauan ke lapangan.

“Memang terdapat antrean dalam pembelian BBM di SPBU dan kami sudah menyampaikan kepada pihak SPBU untuk melayani masyarakat,” ujar Zulfan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (28/10/2026).

Menurutnya, penyaluran BBM di SPBU mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Zulfan mengatakan, upaya yang dilakukan pemerintah daerah saat ini adalah memastikan BBM tetap tersedia di SPBU wilayah Kabupaten Bengkalis, khususnya di Pulau Bengkalis dan Pulau Rupat.

Namun, ketersediaan BBM di SPBU belum serta-merta menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama warga yang tinggal jauh dari pusat kota.

Dengan hanya empat SPBU yang menjadi tumpuan masyarakat di Pulau Bengkalis, kemampuan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan warga hingga ke wilayah pelosok menjadi pertanyaan. Apalagi, jam operasional SPBU yang terbatas dapat menyulitkan warga yang harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan BBM.

Persoalan tersebut kembali ditanyakan kepada Zulfan melalui pesan WhatsApp. Ia dimintai penjelasan apakah dengan jumlah empat SPBU dan jam operasional yang terbatas, kebutuhan BBM masyarakat di wilayah pelosok benar-benar dapat terpenuhi.

Namun, hingga berita ini ditulis, pertanyaan lanjutan tersebut belum mendapat tanggapan.

Persoalan kelangkaan Pertalite ini pun membutuhkan penjelasan lebih jauh, terutama terkait kecukupan pasokan dan pola distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat tidak hanya terpenuhi di sekitar pusat kota, tetapi juga menjangkau warga di wilayah pelosok.

Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa BBM tersedia saat diperlukan, mengingat bahan bakar tersebut menjadi penunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, mengantar anak sekolah hingga menjalankan usaha.(ep.er)

Komentar Via Facebook :