Distribusi MBG ke Posyandu Pisang Raja Terlambat SPPG Rimbas 3 Akui Terkendala Minim Relawan
BENGKALIS – Pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk penerima manfaat di Posyandu Pisang Raja, Gang Mangga, Jalan Cokroaminoto, Kelurahan Rimba Sekampung, Kecamatan Bengkalis, mengalami keterlambatan, Jumat (6/11/2026).
Informasi tersebut disampaikan Faisal, salah seorang keluarga penerima manfaat. Ia mengungkapkan bahwa hingga pukul 13.00 WIB, pihaknya belum menerima jatah MBG yang seharusnya didistribusikan kepada penerima manfaat di posyandu tersebut.
Menindaklanjuti informasi itu, wartawan kemudian menghubungi Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Bengkalis, Gindo, untuk meminta penjelasan terkait keterlambatan pendistribusian.
Merespons laporan tersebut, Gindo mengaku segera melakukan pengecekan kepada pihak terkait. Tak lama berselang, ia membenarkan adanya keterlambatan distribusi MBG untuk posyandu.
"Iya bang, ada keterlambatan distribusi untuk posyandu. Ini informasi yang saya dapat dari SPPG Rimbas 3," jelas Gindo melalui pesan WhatsApp.
Diketahui, SPPG Rimbas 3 beralamat di Jalan HR Soebrantas, Gang Penghulu Ros, Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis.
Saat dimintai penjelasan lebih lanjut terkait penyebab keterlambatan tersebut, Gindo menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan Kepala SPPG Rimbas 3, kendala terjadi akibat minimnya jumlah relawan yang bertugas.
"Izin bang, tadi sudah dijelaskan juga sama Ka SPPG-nya. Terkendala distribusi akibat minimnya jumlah relawan. Dan menu untuk hari ini pun agak begitu rumit juga. Tapi sudah disampaikan kepada kader posyandu terkait masalah keterlambatan distribusi hari ini," ungkap Gindo menyampaikan penjelasan pihak SPPG.
Sementara itu, Faisal menilai keterbatasan jumlah relawan seharusnya sudah menjadi bagian dari perhitungan dan antisipasi pihak pengelola SPPG, terlebih jika kondisi tersebut berkaitan dengan kebijakan pengurangan tenaga relawan.
Menurutnya, keterbatasan tenaga kerja bukan hanya terjadi di SPPG Rimbas 3, melainkan merupakan ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan program Badan Gizi Nasional (BGN).
"Untuk minimnya karyawan itu sudah ketentuan BGN dan bukan hanya di SPPG Rimbas 3 saja. Dengan pengurangan relawan, seharusnya ada antisipasi sendiri dari pihak SPPG. Kami tetap menginginkan pendistribusian tepat waktu," tegas Faisal.
Keterlambatan ini menjadi perhatian karena ketepatan waktu distribusi merupakan salah satu aspek penting dalam pelaksanaan program MBG, termasuk penyaluran kepada kelompok penerima manfaat melalui posyandu.
Pihak pengelola SPPG diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap pola distribusi dan kesiapan tenaga relawan agar kendala serupa tidak kembali terjadi.(ep.er)




Komentar Via Facebook :